RUMAH PUISI PENUH CINTA

SEMOGA SALAM, SENYUM, CINTA DAN KEIKHLASAN SELALU BERBENIH DI RELUNG HATI KITA, AMINNN

Minggu, 31 Mei 2009

Lupakanlah

Aku telah dewasa
Aku pasti bisa menerimanya
Aku yakin mampu menghadapinya
Sepahit apapun akan kutelankan
Kan kujadikan obat yang meyehatkan

Wahai rabbiku
Tiada yang salah dengan ketetetapan-mu
Tiada yang salah dengan takdir-mu
Tiada yang salah dengan keputusan-mu
Tiada yang salah dengan ini semuanya

Tolonglah hamba wahai yang mahaperkasa
Jangan biarakan hamba tersiksa oleh bayangan wajahnya
Jangan biarkan hamba terpedaya oleh bisikan sang durjana
Jangan biarkan hamba tertipu oleh nafas yang mengatasnamakan cinta.

Sabtu, 23 Mei 2009

DEMI RINDU

Saat berjalan dengan kerinduan
Tentang episode rindu begitu beku
Sehingga tak bisa dipecahkan
Teori-teori ilmiah dan empris
Sungguh rindu ini begitu kuat

Coba mempudar dan mengikis
Lembar-lembar Rindu namun rasa semakin memuncak
Seperti puncak gunung malaya dan seluas gurun sahara
Tak bisa diukur secara logika

Coba menoleh rasa pada versi lain
Tetap goretan dan kepekaan tak bisa ditukar dengan apapun
Kebimbingan dan kegilasahan pada sosok seseorang
Menghantui bayang-bayangan langkah jiwa

Wahai orang yang dirindukan
Pernah membayangkan dan merasakan
Getaran yang begitu dahsyat
Mungkinkah ini adalah takdir atau nasib bahwa rindu
Ini selalu di sanubari walaupun diujung bumi
Sehingga istikaqarah pun tak mampu menjawab semua

Mencari makna

Kemana ku harus memulai
Kemana ku harus mencari
Kemana ku harus menghubungkan
Kemana ku harus mengakhiri

Siratan-siratan makna terucap
Kini telah hilang dari bibir maniz itu
Siratan-siratan kata yang pernah terdengar
Kini telah terganti kalimat tak bermakna
Mungkinkah semuanya adalah kamuflase
Sehingga begitu kontras dan…
Tapi dia yakin keseluruhan bait-bait
Itu nuasa hati yang sangat mengesankan
Ku Coba untuk mengiherenkan antara makna-makna itu
Menjadi seranting dan sepohon nasehat

Oleh : testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar.

Payung persahabatan

Hujan nan begitu deras
Telah membasihi sekujur tubuh kita
Walaupun kita mencoba berlindung dibalik
Payung-payung yang berwarna merah
Namun tak mampu melindungi raga ini
Dari tetesan air hujan begitu terus membasahi
Tetapi kita tetap melangkah untuk mencari itu

Walaupun payung merah itu tak mampu
Melindungi ku, tetap senang dan bahagia
Karena senyuman mu nan begitu tulus dan ikhlas pada ku
Telah memberi kehangat pada diri ku
Seakan-akan kedinginan langsung lenyap dari raga ini
Seakan-akan tak merasa menggigil saat itu

Sungguh payung itu telah memberi
Arti dan makna rakap dalam persahabatan ini
Semoga ini awal dari segala-galanya
Antara dia dan nya
Terima kasih temanin dia waktu itu
Terima kasih telah berada disamping dia saat itu
Terima kasih telah bantu dia untuk mencari itu

Oleh: testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar.

Di bawah naungan kerinduan

Tak terasa telah berapa tahun
Kita-kita berbagi, menjalin cerita
Kisah klasik di kampus
Dan estotika perjalanan yang kita iringi

Kini akhir dari persamaan, senyum, tawa, canda
Dan kesedihan mulai berbudar dari relung hati
Kita-kita semua
Dimana kita terpisah oleh keadaan dan waktu
Sungguh begitu rumit untuk menghilangkan bayang-bayangan
Yang telah terukir di dinding jiwa

Kita-kita akan kembali daerah masing-masing
Untuk menoreh prestasi dan asa yang tertanam selama ini
Dan begitu sulit pula kita-kita untuk diketemukan lagi
Kita-kita hanya bisa bertemu dengan dunia koneksi
Mungkinkah kita-kita dipertemukan???
Dimana kita menceritakan memory pernah terjalanin
Dimana kita mencerita tentang keluarga, karir dan sebagainya
Dimana kita kembali mengukir cengkar cengkir itu

Sungguh begitu tak mampu menghilangkan
Naungan kerinduan dan naungan kenangan
Itu……????

obat sahabat-sahabat ku dikampoes
Oleh:testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta dan ikhlas

Jumat, 22 Mei 2009

Antara pilihan

Antara cikies, tengku umar, dan penogoro
Antara neoliberal dan ekonomi kerakyatan
Antara perubahan dan dilanjutkan
Antara pemirintahan dan oposisi

Semua tim sukses lagi gembar-gembor formulasi
Yang diteriakkan, diflatform dan dijanjikan
Mungkinkah formulasi itu…???
Demi wong cilik,
Demi komlongprat atau
Demi penguasa

Jalan manapun dipilih dan terpilih
Yang diingikan rakyat 5 tahun kedepan dan seterusnya.
Yakni tidak ada cetos-cetos, cholatos, atau ceplos-ceplos
Semoga janji pernah terpapar dan terurai
Tidak hanya kaya dengan konsepsi
Namun aplikasinnya.

Namun akan terasa indah dan cantiknya
Jika ketiga jalan ini disatukan dalam pemerintahan kedepan
Akan membentuk primadi emas atau gold triangle
Sehingga perbaduan konsep-konsep yang ada
Akan berjalan dengan mulus
Dan berbuah kedamaian dan kesejahteraan.
Untuk tanah surga
Aminnnnn

Oleh: testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta dan ikhlas/

Label: ,

Rabu, 20 Mei 2009

ingin memiliki

berawal dari mana rasa ingin memiliki mu
entah apa yang membuat aku jatuh cinta pada mu
sejak malam itu...hati ku luluh
walapun engakau tidak memiliki perasaan yang sama
seperti diriku rasakan...
namun aku hanya bisa menatap mu...tetapi tak bisa memiliki mu


terima kasih atas perhatian mu salama ini
pertolongan yang begitu ikhlas tanpa mengenal kata lelah
walaupun siang maupun malam

terimakasih engkau telah membuat aku jatuh cinta
untuk kedua kalinya...setelah beberapa tahun aku tidak mau mengenal cinta
namun...setelah mengenal mu...
aku baru menyadari bahwa jauh di qolbu ku
paling dalam, rasa ingin memiliki seseorang masih ada

moga rasa ini (cinta) untuk kedua kalinya
suatu pertanda bahwa aku ingin menjalin cinta
untuk semua ihsan...

sejak aku kecewa dengan seseorang, aku beranggapan tidak akan pernah
mencintai seseorang...namun itu salah
ternyata bertahun-tahun rasa itu hilang...
akhirnya kembali lagi
walaupun hanya cinta bayangan
namun aku tidak pernah kecewa
walaupun cinta bayangan karena aku yakin
ini bertanda suatu kenyataan...

semoga alloh memperkuatkan perasaan ini
pada mu...selama ini ada dibenak bahkan dikolbuku..

ya alloh..yarabbi
biar semua rasa ini aku simpan
sampai suatu saat untuk mengatakan
pada dirinya....

Senin, 18 Mei 2009

Ingin memiliki

Ku tak bisa luluh hatinya
Ku tak bisa menyentuh cintanya
Ku tak bisa mengartikan
Ku tak bisa melupakan bayangan

Mungkin dengan puisi bisa meluluhkan
Mungkin dengan bernyayi bisa menyentuh
Mungkin dengan merasakan bisa mengartikan
Mungkin dengan melelapkan bisa menghilangkan bayangan

Sepenuhnya ku ingin...
Meluluhkan, menyetuh, mengartikan
dan menghilangkan bayangan
namun seiring dengan waktu bergerak
tak mampu memiliki dan mempudarkan

antara ingin memiliki
anatra ingin menghilangkan
cahaya itu tetap memantul tiap langkah

Karamnya Cinta

Begitu jauh mendampar cinta
Begitu tinggi mendapat cinta
Begitu dangkal alasan cinta
Beigtu dalam meresapi cinta

Saat hadir dilingkungan tak pernah dirasakan sebelumnya
Ketika itu pula ada hal kontras dalam lika-liku
Walaupun coba menyatukan rasa dan mata
Namun kesemuaanya adalah nihil

Saat atmosfir cinta semakin melebih dari unsurnya
Coba kombinasikan grafikasi
Agar rasa ini bercabang, berbuah, berbunga dan bertunas
Tak terganti dengan pijar-pijar mendung yang menantang

Saat memahami arti alfabetis cinta yang begitu surut
Begitu banyak rahasia cinta yang rancu
Karena hanya memahami segelincir poin inframerah cinta
Sehingga tak percaya dengan alasan romancisan

Saat tak pernah menggali bumbu cinta
Seringkali tak sanggup membuka jendala hati yang tertutup
Karena takut dengan fenomenal cinta yang tak ada akhir
Dan takut kapal cinta karam ditengah derasnya rayuan
Oleh: Testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar

PASRAH

Ya allah, inilah diriku
Diri yang lemah tiada daya, tanpa kekuatan dari-mu
Diri yang lemah tiada kehendak, tanpa iradat-mu
Tiada kemampuan, tanpa pertolongan-mu

Aku yakin semua ada dalam takdir-mu
Aku yakin semua ada dalam kuasa-mu
Aku yakin semua atas izin-mu
Aku yakin semua berjalan sesuai skenario-mu

Aku ingin melangkah dengan pijikkan pada kakiku
Aku ingin melangkah tanpa harus disiksa oleh perasaan cinta semu
Aku ingin melangkah dengan segenap semangatku

Ya allah, tolonglah diriku
Hilangkanlah bayangan wajahnya dari hatiku
Hapuslah segala bentuk keindahannya yang pernah terjadi dahulu
Buang segala hal yang mengusik pikiranku
Duhai engkau yang pernah hadir dalam lembaran hidupku

Izinkan aku membuang rasa cinta kepadamu dalam hatiku
Akan kuhapus segala bentuk kenangan yang pernah terjadi dahulu

Minggu, 17 Mei 2009

Dimensi pelabuhan hati

Entah dengan siapa
Hati ini akan berlabuh
Sungguh tak sanggup memecahkan dengan sains
Terlalu rumit untuk membuka aura ini

Entah dengan siapa
Jiwa ini bersandar
Begitu dini untuk melumpuh mimpi itu
Pada makhluk yang memiliki cinta dan perasaan

Entah sampai kapan mata ini
Tak memandang tiga dimensi oase
Demi menjajaki rupa-rupa mempesona

Entah kapan kesunyian ini
Tersulap menjadi keramaian yang bersorak-sorak
Dimana disana ada aku dan dia
Dalam mengukir cinta

Sungguh tak bisa melepuh ini
Biarlah benteran dan labirin
Menjelma dan metafora menjadi tetrologi

Oleh: Testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar

Sajadah kesabaran

Di atas sajadah dan berpalut mukena
“dia” mengadu pada mu rabbi
Untuk kecian kalinya “dia”
Melakoni sinema kekecawaan seperti sebelumnya yang pernah dialami

Di atas sajadah “dia” berpikir
Untuk menghilangkan variabel-variabel dan indicator
Selama ini diyakinkan dan diagungkan
Mampukah untuk mempudar serta melenyapkan Serbuk perasaan yang telah berbenih

Di atas sajadah “dia” berbaring
Untuk melelapkan mata dan melepaskan pegal kecewaan
Mampukah balsem kesabaran dan kapsul do’a
Untuk meredakan dan mengikikis kepanatan, mengalus butir-butir kesedihan

Di atas sajadah ”dia” duduk sambil bersimbuh
Seperti para peminta memohon dan mengharap serta melontar
Helain napas dengan tenggorakan serak
Sambil bersimbuh “dia” mendengungkan tajwid-tajwid keresahan
Yang telah bertali-temali disetiap kerudung romantisan cinta.

Di atas sajadah ”dia”yakinkan bahwa yang terjadi
Ibarat anggur kehidupan jika dicicipi hanya dua atau lebih
Akan membawa kemanisan, namun dimakan setangai membawa kamabukkan
Seperti itulah skenario piccisan...

Di atas sajadah ”dia” menyejukkan
Hati dengan sebuah senyum bahwa ”dia” mampu bangkit seperti baling-baling kipas
Walaupun tak sanggup berputar namun tetap memberi angin dan kesejukkan
Pada setiap yang merasakan...

Oleh: Testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar

Melintasi kehidupan

Coba melintasi lorong-lorong
Coba melintasi perembatan jalan
Coba melintasi daratan
Coba melintasi pulau-pulau
Hanya untuk mencari satu kata

Berhari-hari melintasi
Berminggu-minggu melintasi
Berbulan-bulan melintasi
Bertahun-tahun melintasi
Hanya untuk mencari keberadaan

Tak sedikit waktu dihabisi
Tak sedikit waktu terbuang
Tak sedikit waktu tersia-sia
Tak sedkiti waktu terluntai-luntai
Hanya untuk mencari titik gotspot

Bertanya pada tembok ”dia” hanya diam
Bertanya pada semut-semut berjejer dihanya berjalan begitu teratur
Bertanya pada cermin hanya memantul bayangan
Bertanya pada tirai hanya menutupi kegelapan

entah apa mempertemukan, sehingga mampu mengarah posisi
entah apa gerangan, sehingga mampu mengatur arah
entah apa yang dimimpikan, sehingga mampu mengontrol
entah apa diijabahkan, sehingga mampu disisikan
Akhirnya lintasan selama ini tak sia-sia
Semua berakhir dengan kemanisan
Terima kasih atas pertolongan
Semangat, dorongan, dan doa
Sehingga Mampu bertahan untuk menemukan
keyakinan dan keraguan hampir pudar serta luntur
Tanpa kalian ini tak akan berakhir
Tanpa kalian entah apa yang akan terjadi
Mungkin tak bisa mengenang legenda
Silih berganti mengejar waktu...

Oleh: testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan ikhlas, cinta dan sabar.

Puisi untuk ”makhluk”

Angin kenapa seperti ini...

Bintang apa yang terjadi...

Matahari kemana dia...

Bumi wajarkan hal ini...

Bulan sungguh bingung dengan ini...

Siapakah yang salah dia atau...

Siapakah yang benar dia atau...

Apakah, sengaja dilakukan hal ini

Apakah, mempermainkan hal ini

Apakah, kebosanan yang terjadi

Apakah, berpaling daratan lain atau...

Apakah, apakah, apakah....?

Pertanyaan ini tak bisa dipecah

Hanya angin, matahari, bumi dan bulan

Mengetahui apa yang terjadi...

Angin, bintang, matahari, bumi dan bulan

Katakan padanya...

Jika ini diinginkan

Dia terima walaupun hati penuh gejolak

Mungkin ini takdir atau kah nasib ataukah...

Puisi ini ku ciptakan hanya untuk ”dia”

Untuk mengungkap perasaan saat ini

Kecewa, sedih, dan ...

Puisi ini ku lukis hanya untuk ”dia”

Agar dia tahu getaran itu

Selama ini dibingkai dengan rasa perih

Sangmaha mencintai...

Engkau maha memutuskan, mengendalikan dan memberi

Tolong engkau sentuh dan lembutkan qolbunya

Agar ini tidak terjadi untuk kecian kali

Namun ini keputusan telah berakhir

Dia tetap menerima dengan sabar, dan ikhlas

Walaupun akar cinta dan sayang masih mengakar

Tapi biarlah...

biarlah...biarlah...

oleh : testiani_makmur@yahoo.co.id

belajar sesuatu dengan ikhlas, cinta dan sabar

Sabtu, 16 Mei 2009

Lihat: Lengkap | Ringkas * Catatan Saya * Catatan tentang Saya * Draf Cinta Itu Telah Berubah Bagikan Hari ini jam 15:52 | Sunting Catat

Ya maha memberi…
Syukron jiddan engaku anugrahkan pada Ku
Mampu merangkai kata-kata
Sehingga membentuk bait-bait, prasa dan prosa
Menjadi pragraf begitu esotik dan kharismatik
Jika direnungi serta dibaca sayut-sayut dan terbata-bata
memberi keindahan dan kenikmatan

Dengan tangan nan dingin dan gemulai
Coba Meracik irama prasa
Sehingga…
Ku dapat mengobati diri saat sunyi dan kesakitan
Ku merasakan lebih berdaya menemukan ruangan ku sendiri
Sehingga mampu berformance untuk lebih menjelaskan perasaan bergejolak
Ku merasa semangat, bahagia, haru, bergemetar dan lebih dari itu

Dengan menjahit, mengikat dan menghubungkan kalimat-kalimat
Ku bisa menulis indahnya musim semi di istana istambul
Ku bisa merangkai dahsyatnya rasa rindu majnun pada laela
Ku bisa mengambar ketulusan cinta aisyah saat menemani rasul
Ku bisa menceritakan aroma darah yang mengenang dikota kelahiran para nabi-nabi
Ku bisa menjelaskan musim semi di tanah eropa yang berbunga
Ku menghayalkan hawa dingin dikutub yang dibalutkan balok-balok es

Terimakasih rabbi…
Terimakasih rohim…
Terimakasih sodiq…
Engkau anugrahkan ini semua pada hamba

Oleh: Testiani_makmur@yahoo.co.i
d
Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar

Ku Cantik Malam Ini

Duuuhhhhhhhh….
Malam ini ku di bilang cantik
Oleh bintang, rembulan, purnama
Sungguh ku jadi malu
Mungkin ornament langit-langit salah melihat
Menatap dan mengatakan ku seperti itu

Berkali-kali ku bertanya dan berbisik
Dengan hati , apakah iya atau salah mendengar
Dan berkali ku berkaca dan bercermin
Dikaca cinta yang terpajang di dinding-dinding kamar
Tapi tak ada suara yang berbantul menjawab pertanyaan ku

Sungguh ku binggung, karena dikatakan seperti itu
Sehingga ku balik bertanya direlung jiwa
Insan cantik dan ayu seperti apa?
Seperti istri para nabi, artis, ibu-ibu yang mencintai keluarganya,
Wanita karier atau….

Tapi ku tak mau ambil pusing
Apakah ku dibilang cantik atau wajah yang kusam dan bengis
Tapi, yang harus ku hadapi adalah hari esok dengan penuh kepercayaan
Cinta, senyum , sabar dan keikhlasan
Dan tak ingin terpana terpikat hanya sederet kalimat
“Bahwa ku cantik malam ini”
Mungkin itu hanya seutai kata tak beraroma,
Rapuh, dan pancaran kalimat tak berakar
Atau aliran alfabetis buliran-buliran tak mengalir

Oleh: testiani_makmur@yahoo.co.i
d

Jargon negeri impian

Contenrengconterengconte
reng
Tak terasa akan contereng lagi
Bingung mau contereng jargon mana…???

Begitu banyak jargon dari partai-partai
Petinggi negeri impian
Tapi dari sekian banyak jargon
Hanya ada segelintir yang dibilang lucu, aneh dan….
Seperti rakyat impian sering dengar, lihatin dan tonton

Misalnya nicchhhhhhhhh….
Lanjutkan
Mau lanjutkan kemana jadi binggung
Mang sebelum Cuma jalan-jalan ditempat aje
Kok ngomong dilanjutkan
Walaaaaahhhhhhhhhhhhhh…..walaaahhhhhhhhhhhh

Lebih cepat lebih baik
Mang sebelumnya koneksi negeri impian lemot
atau selama ini hanya oase publik
Sungguh tak mengertiseakan-akan…???
Cepat itu adalah kemenangan….
Duuuuuhhhhhhhhhhhhhhh………duuuuuuuuuhhhhhhhhh

Menuju perubahan
Mang gagasan dan ide perubahan kemana, para petinggi impian
Perubahan itu banyak dan banyak
Mau perubahan kemana ya…???
Janganjangan perubahan ….
Heeeemmmmmmmmmmmm….heeeeeeeeeemmmmmmmmm

Mau dilanjutkan, lebih cepat lebih baik dan perubahan
Yang diinginkan rakyat kecil negeri impian
Hanya Transparasi, kemakmuran dan keadilan
Rakyat kecil negeri impian hanya mampu menunggu janji
Dari kaum dilanjutkan, kaum lebih cepat lebih baik dan kaum perubahan.

Ya mudah-mudahan tidak hanya janji dan jeplas-jeplos
Ya mudah-mudahan akan terwujud keadilan
Di negeri impian….amiinnnnnn

Oleh : testiani_makmur@yahoo.co.id
Belajar sesuatu dengan cinta, ikhlas dan sabar.

cinta itu telah berubah

Mungkin dulu ku memiliki cinta seperti yang kau rasakan
Dimana cinta pernah terungkap dan terukir
Di laksana lautan dan pulau harapan
Ibarat zat padat berubah menjadi cairan yang telah terbang
Kemana-mana dibawa angin untuk membuka jendela kekecawaan
Dan memberi hembusan pada rantai-rantai yang berdering.

Mungkin dulu ku selalu tersenyum pada mu
seperti kau tersenyum saat ini
tapi kini tak bisa memberi reaksi senyuman itu
karena ku tak ingin neraca terjelma menjadi kebohongan

Tapi ku tetap berdoa untuk mu
semoga tuhan senantiasa menjaga mu
memberi dan mendekatkan sosok bidadari bagi hidup mu
serta mimpi mu yang diceritakan, ku berharap mimpi mu itu
adalah mimpi para pemberani dalam mencari-cari makna hidup.

oleh : testiani_makmur@yahoo.co.i
d
belajar sesuatu dengna cinta, ikhlas dan sabar.